<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>Antara HitamputiH</title>
	<link>http://kelabu.syahwinda.com</link>
	<description>Tak Semua Gelap, Walau Tak Selalu Terang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 Jun 2007 09:51:17 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>(untitled)</title>
		<description>"Aku udah males hubungan sama kamu lagi," ucapnya tanpa beban.
"Oh, oke," aku menjawab datar. Sebetulnya dalam hati aku merasa kecewa, kenapa dia sampai melontarkan kalimat seperti itu.
"Aku nggak pengen ketemu kamu lagi."
"Oke," aku makin kecewa dengan pilihannya.
"Aku bosan sama kamu."
"Oke," aku sudah nggak kuat lagi. Air mataku satu persatu mulai ...</description>
		<link>http://kelabu.syahwinda.com/2007/06/24/untitled-3/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Cerita Wanita Simpanan (a.k.a Istri Kedua)</title>
		<description>Dia menarik tubuhku kasar, merapatkan tubuhnya dengan tubuhku.
Dia memelukku, erat. Kepalaku bersandar lemas di bahunya. Tapi tanganku balasa memeluknya erat-erat, seolah tak ingin kehilangan dirinya.

Aku menangis.

Pelan dia melepas pelukan,
menghapus air mataku,
menyusuri inci demi inci wajahku,
memandang mataku dalam-dalam,
lalu mencium bibirku penuh nafsu.
Lama.

Setelahnya dia bergantian menciumi kening,
pipi,
hidung,
dan leherku.

Air mataku mengalir makin deras.

Dia ...</description>
		<link>http://kelabu.syahwinda.com/2007/05/14/cerita-wanita-simpanan-aka-istri-kedua/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Tentang Seseorang Yang Pernah Singgah di Hatiku</title>
		<description>Dia bukanlah bagian dari hidupku, tidak pernah walau sedetikpun. Mengenalnya pun tidak. Dia hanyalah seseorang yang selalu duduk di tempat duduk yang sama, gerbong yang sama, kereta yang sama. Kereta yang selalu kunaiki setiap pagi bila akan berangkat ke kantor.Sebelumnya aku tak pernah menyadari dia ada, hingga aku bertatap pandang ...</description>
		<link>http://kelabu.syahwinda.com/2007/04/29/tentang-seseorang-yang-pernah-singgah-di-hatiku/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Jalan Keluar</title>
		<description>â€œJalan keluar selalu ada. Tugasmu adalah menemukan solusi, bagaimana pun mustahil tampaknya, karena putus asa juga tak berguna. Saat logika tak bekerja, cari jawabannya pada sesuatu yang tak logis. Saat otak tak bisa memberi jawaban, carilah ke dalam jiwamu. Gunakan imajinasi dalam mengatasi masalah. Matikan pikiran dan bebaskan jiwamu.â€

Lewis Perdueâ€™s ...</description>
		<link>http://kelabu.syahwinda.com/2007/04/28/jalan-keluar/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Harapan</title>
		<description>â€œBerhati-hatilah dengan harapan, karena harapan sering sekali tak bisa jadi kenyataanâ€¦â€

Dewie Sekarâ€™s Zona @last, pp. 41 </description>
		<link>http://kelabu.syahwinda.com/2007/04/28/harapan/</link>
			</item>
	<item>
		<title>&#8220;&#8230;&#8221; (kata Coklat Leleh kepada Mesin Pencetak)</title>
		<description>Hai, aku Coklat Leleh. Kamu tau kan? Itu loh, yang ada di dalam dirimu waktu kamu lagi kerja. Udah inget?

Sebelumnya, aku mau minta maaf kalau aku udah bikin kamu ngadat lagi. Apa sih yang keselip diantara gerigimu? Bagianku yang belum sepenuhnya meleleh yah? Well, apa pun itu, yang aku pengen ...</description>
		<link>http://kelabu.syahwinda.com/2007/04/28/kata-coklat-leleh-kepada-mesin-pencetak/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Bulan dan Bintang (Dalam Sebuah Bilik di Wartel Nan Gelap)</title>
		<description>Bintang : Kamu sekarang pakai baju apa?
Bulan : Kaos oblong warna biru tua.
Bintang : Bawahannya?
Bulan : Celana selutut warna ungu.
Bintang : Dalamannya?
Bulan : Kenapa pertanyaanmu harus diteruskan sampai sedetil itu?
Bintang : Karena sebenarnya aku ingin bercinta denganmu saat ini.
Bulan : Dari dulu jawabanmu selalu itu. Jadi sebenarnya, kamu ingin mengenalku ...</description>
		<link>http://kelabu.syahwinda.com/2007/04/28/bulan-dan-bintang-dalam-sebuah-bilik-di-wartel-nan-gelap/</link>
			</item>
</channel>
</rss>
