Hanya Sekedar Iseng
Ξ 27 April 2007 | → | ∇ Cerita |
Pulang dari kampus, entah kenapa, rasanya ingin sekali lewat depan rumah saudaraku yang sudah sejak lama bermusuhan dengan keluargaku. Aku ingat gang rumahnya, hanya saja aku agak lupa yang mana rumahnya. Akhirnya aku lewati sekali lagi gang rumahnya. Tanpa disangka, aku berpapasan dengan mobilnya. Aku ngga tahu dia tahu atau tidak. Yang pasti, dia berhenti lalu mengklakson, minta tolong orang rumahnya untuk membukakan pintu. Jantungku, rasanya, seperti genderang yang ditabuh saja. Detaknya ngga beraturan sama sekali.
Setelah tenang dan detak jantung mulai normal, aku tertawa keras-keras dalam mobil. Bahkan setelah sampai di rumah dan kuceritakan kejadian ini ke ibuku, beliau tertawa keras sekali dan berkomentar:
Makanya kalau iseng jangan kelewatan.
Kalau ngga mau mengintai lalu ketahuan, menyamarlah.
on May 22nd, 2007 at 1:28 pm
huahahahaha…
itu namanya cari mati.
jd inget pepatah ulo marani gepuk